Dua Anak Abah

Dua Anak Abah

  • WpView
    MGA BUMASA 12,010
  • WpVote
    Mga Boto 1,199
  • WpPart
    Mga Parte 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Apr 26, 2026
WpInfo
Fanfic
BOYNEXTDOOR
Si kembar tak identik yang selalu bertengkar, Ikhsan dan Ilham. "Kata siapa punya kembaran enak? Maju sini, gue mundur tapi."-Ikhsan "Gue bukan tukang adu, apalagi adu ayam. Haram, bro."-Ilham Setiap hari Alim sebagai ayah keduanya selalu berdoa agar keduanya tidak lagi saling melempar kalimat tajam. Menjadi single parent memang tak mudah, tapi Alim akan berusaha menjadi ayah sekaligus ibu untuk keduanya. "Abah tau kalian aslinya saling perduli, tapi gengsi, kan?"-Alim
All Rights Reserved
#71
gongfourz
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman