Axelo Or Alvian

Axelo Or Alvian

  • WpView
    Lectures 1,787
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juin 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
adA baiknya follow dulu sebelum membaca Axelo Diamond itu pemuda pendiam dan dingin, dia juga tidak suka keramaian, dia lebih suka menyendiri mungkin bisa di bilang 'introvert'. Dia juga kejam dan tak pandang bulu. Jika membuat Axel kesal maka siap-siap akan kena amukannya, pendiam dan dingin memang. Tapi jika marah bahkan gedung pun bisa di hancurkan oleh Axel. Dia juga orangnya terkesan bodo amat! Tidak di perhatikan orang tua yasudah! Dia bisa hidup sendiri! Tanpa orang tua tidak akan mati bukan? Tapi sayang Axel mati karena di racuni oleh maid di mansion nya, dia pikir akan ke neraka, tapi ternyata dia nyangkut di raga remaja 16 tahun yang tidak di inginkan keluarganya juga sering di bully di sekolahnya karena penampilan cupu. Bagaimana bisa pemuda seperti Axel yang notabe nya pemuda keren dan kekinian bertransmigrasi ke tubu remaja ingusan yang cupu? Haus kasih sayang pula! Tentu saja semuanya berubah! Baiklah lebih baik kalian baca saja, hehe
Tous Droits Réservés
#56
diacuhkan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu