The Serendipity of Stardust

The Serendipity of Stardust

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 28, 2025
[Romance • Action] Keluarga berkuasa dan kaya raya memiliki putri bungsu yang tidak memiliki pekerjaan, dimata keluarga, Annasera tumbuh menjadi gadis manja yang suka berfoya-foya tanpa mau mencari uang. Takut jika tidak memiliki pendamping hidup, keluarga Voland memilih untuk menikahkan putrinya dengan anak dari sahabat lama. Dia Lorcan, seorang dokter tampan yang terkenal akan sifat baik dan reputasinya. Berharap Sera akan bahagia dengan masa depan terjamin bersama Lorcan, justru fakta sulit telah menanti di depan mata. _____ Haii Support cerita ini jika kalian suka Tinggalkan jejak entah itu vote or comment‼️ Follow akun ini, wajib yaa‼️ Dan masukin cerita ini ke library kalian Selamat membaca Celestiers 🙌
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines