"Kadang-kadang, untuk melupakan luka, kita mencipta dunia sendiri" - C. Zayn
Dia hanyalah seorang anak kecil yang terlalu awal mengenal makna kesakitan. Hidupnya dipenuhi deraian air mata dan jeritan, dalam rumah yang sepatutnya menjadi tempat berlindung. Anak kecil itu sering memandang ke langit, berharap untuk keajaiban. Namun apa yang diterimanya adalah sama.
"Bintang itu berkelip... tapi ia bukanlah cahaya yang menyelamatkan" - Eli Noel
Sehinggalah pada suatu hari, ayahnya memberinya sebotol pil - hadiah yang kelihatan tidak berbahaya. Sekali ditelan, kesakitan hilang. Dunia berubah. Bintang muncul, warna-warna menari, dan semuanya terasa... indah. Suara-suara lembut menggantikan dera.
Setiap kali dia menelan pil itu, dunia berubah. Bintang berkilauan, langit melukis mimpi, dan kesakitan seakan
lenyap. Dalam alam fantasinya, dia bebas - tidak lagi dipukul, tidak lagi disakiti. Dia menari di antara warna dan cahaya... dan semakin lama, dia lupa akan dunia sebenar.
Dia percaya itu cahaya. Dia percaya dia selamat.
Tapi bintang itu... bukan cahaya.
Ia adalah pantulan racun, dan mimpi indah yang datang dengan harga nyawa.
Tetapi, adakah itu hanya mimpi? Atau... adakah dia sebenarnya sudah tiada?
"Bintang Itu Bukan Cahaya" ialah sebuah kisah psikologi yang menggali jiwa seorang kanak-kanak yang mencari kasih dalam bayang, dan menemui dunia yang indah-namun palsu.
Tüm hakları saklıdır