Aku Bisa Membaca Pikiran Tunanganku

Aku Bisa Membaca Pikiran Tunanganku

  • WpView
    Reads 861
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 12, 2025
[Terlahir kembali-transmigrasi] [Yang mau romance, gamau bertele-tele skip ke bab 5] Saat Ashren membuka matanya. Dia kembali ke dua belas tahun yang lalu di kehidupan pertama. Karena dia telah di beri kesempatan untuk kembali sebelum semuanya di mulai, kali ini dia berjanji akan menyeret mereka ke neraka bersama-sama. Tapi ada satu hal yang sangat menghawatirkan. Sial, kenapa dia kembali ke usia 16 tahun? Dia belum dewasa. Itu artinya banyak hal yang membatasi pergerakannya. .....Dan dia ingat hal memalukan. Matanya menggelap, saat ini sudah setahun masa pemberontakannya. Kenapa dia tidak kembali sebelum pemberontakan itu terjadi? Jadi, rintangan pertama adalah... Ashren menatap pria paruh baya yang menatap nya dengan kekecewaan. Dia berpikir dengan serius, 'apa aku harus bertingkah manja agar dia mengijinkan ku?' Lagipula tidak ada yang tau kalau di raga remaja yang berusia 16 tahun ada jiwa orang dewasa berumur 28 tahun. (Sinopsis lanjutan didalam) ---- Kata temenku doaku itu manjur, tiap doa selalu dikabulin, kalau dipikir-pikir iya si, jadi yang mau plagiat hati-hati ya ^^
All Rights Reserved
#994
maleprotagonist
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines