Aku Bisa Membaca Pikiran Tunanganku

Aku Bisa Membaca Pikiran Tunanganku

  • WpView
    Reads 940
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 12, 2025
[Terlahir kembali-transmigrasi] [Yang mau romance, gamau bertele-tele skip ke bab 5] Saat Ashren membuka matanya. Dia kembali ke dua belas tahun yang lalu di kehidupan pertama. Karena dia telah di beri kesempatan untuk kembali sebelum semuanya di mulai, kali ini dia berjanji akan menyeret mereka ke neraka bersama-sama. Tapi ada satu hal yang sangat menghawatirkan. Sial, kenapa dia kembali ke usia 16 tahun? Dia belum dewasa. Itu artinya banyak hal yang membatasi pergerakannya. .....Dan dia ingat hal memalukan. Matanya menggelap, saat ini sudah setahun masa pemberontakannya. Kenapa dia tidak kembali sebelum pemberontakan itu terjadi? Jadi, rintangan pertama adalah... Ashren menatap pria paruh baya yang menatap nya dengan kekecewaan. Dia berpikir dengan serius, 'apa aku harus bertingkah manja agar dia mengijinkan ku?' Lagipula tidak ada yang tau kalau di raga remaja yang berusia 16 tahun ada jiwa orang dewasa berumur 28 tahun. (Sinopsis lanjutan didalam) ---- Kata temenku doaku itu manjur, tiap doa selalu dikabulin, kalau dipikir-pikir iya si, jadi yang mau plagiat hati-hati ya ^^
All Rights Reserved
#418
bangsawan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines