CHOSEN [RIYU]

CHOSEN [RIYU]

  • WpView
    Reads 27,088
  • WpVote
    Votes 2,528
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 6, 2025
Yushi siswa paling ceria di sekolah, selalu hadir dengan senyum lebar yang mampu mencairkan suasana. Ia dikenal ramah, penuh semangat, dan tak pernah lelah menyapa siapa pun yang ditemuinya. Namun, di balik keceriaan itu, Yushi menyimpan perasaan yang diam-diam tumbuh untuk kakak kelas yang dingin dan sulit ditebak, Maeda Riku. "Kak, kakak tuh pendiem banget... Tapi hati aku tiap hari berisik gara-gara mikirin kakak terus," ucap Yushi sambil tersenyum lebar kepada Riku yang hanya diam, tak menghiraukan ucapannya. "Kakak pendiem, dan aku bawel. Cocok kan? Biar seimbang. Kakak diem di hati aku, dan aku yang teriak-teriak cinta tiap hari ke kakak," lanjut Yushi lagi. Yushi terus saja berbicara, sementara Riku tetap diam. Di sore sepulang sekolah itu, mereka duduk bersama menunggu bus datang. Karena rumah mereka searah, terkadang mereka naik bus yang sama dan kembali bertemu di halte menuju pulang. ‼️RIYUSHI AREA‼️ Riku : dom Yushi : sub ⭐💫 By Chiiiulll
All Rights Reserved
#54
maedariku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Last Hope - Cawooz
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • TOXIC BOYFRIEND
  • I'm Not Just a Figuran
  • Justine
  • Garwo
  • Same, But Not
  • The Servant [James Harem]
  • Jodoh Pilihan Mama

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines