Akatavi

Akatavi

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 23, 2025
Akatavi bukan laki-laki yang datang membawa cinta, apalagi janji manis. Ia hadir dengan sikap tenang, kalimat singkat, dan mata yang selalu menunduk saat bicara. Tidak banyak kata, tapi cukup membuat Hana tahu bahwa ia berbeda. Bukan karena romantis, tapi karena cara ia menahan diri seperti seseorang yang hanya ingin menjaga, bukan memiliki. Sementara Hana, adalah kebalikannya. Penuh tanya, keras kepala, terbiasa lantang. Pernikahan ini bukan pilihannya. Ia dipaksa menerima, dijodohkan atas nama perubahan. Maka saat Akatavi datang dengan niat baik ia ditolak mentah-mentah oleh Hana. Bahkan ia sempat pergi dari rumah karena menolak lamaran itu, karena merasa dirinya sedang dipenjarakan atas kesalahan masa lalu. Tapi Akatavi tidak mengejar. Ia hanya diam, menunggu dengan sabar yang terasa mustahil. Hana akhirnya kembali. Bukan karena siap. Bukan pula karena cinta. Tapi karena lelah mencari tempat pulang, dan hanya rumah itu yang terbuka untuknya. Sejak hari itu, mereka tinggal bersama. Tapi tidak benar-benar saling dekat. Satu rumah, satu ranjang, tapi seolah hidup di dua dunia yang berbeda. Sudah sebulan mereka hanya berbicara seperlunya. Sampai malam itu datang. Sunyi terlalu panjang. Akatavi mulai berbicara empat mata dengan Hana. Membuat waktu berhenti sejenak kali itu juga. "Ana nggak tahu apakah cara ana mencintaimu sesuai dengan cinta yang kamu harapkan. Tapi sejak kita halal, ana selalu berdo'a semoga hati kita bertemu di titik yang sama. Karena sejak itu, ana sudah berniat. Nawaitu someday with you, lillahi." Ini bukan kisah cinta yang dimulai dari bunga atau tawa. Tapi tentang dua jiwa yang dipertemukan oleh restu, dibimbing oleh takdir, dan perlahan menemukan cinta yang tumbuh karena Allah. Bukan lewat rayuan, tapi lewat keteguhan. Bukan lewat janji, tapi lewat kehadiran yang selalu ada meski tak pernah diminta. Dan mungkin, Hana memang tidak sedang mencari lelaki yang sempurna. Ia hanya butuh seseorang yang yakin, saat ia sendiri masih ragu.
All Rights Reserved
#116
hana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Salah Status
  • Kembang Desa
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines