Love, Life, Line

Love, Life, Line

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 23, 2025
"Tolong jangan buat gue bingung sama semuanya, Ras". Devan memegang bahu Saras dengan erat. Menyelami pikirannya melalui mata yang saling menatap. "Gue pikir, ini akan baik-baik aja. Tapi hati gue hancurin semuanya, Dev!". Saras balas menatap Devan dengan dalam. Keduanya memilih untuk membiarkan waktu mengambil alih, melebur semua perasaan bingung yang tak menentu. ***** Devan menatap langit dengan perasaan bingung. Perkataan Saras dua hari lalu terus saja mengganggunya. Ia tak mungkin mengkhianati seseorang yang telah begitu percaya kepadanya. Ia masih memikirkan bagaimana caranya menghadapi ini semua. Menghadapi ribuan pertanyaan yang akan muncul nanti. Tentang hatinya, tentang hidupnya. "Aaarrrrgggghh...". Devan berteriak. Ia marah pada dirinya yang merasakan kenyamanan saat bersama Saras. Devan menatap nyalang pada jalanan. Kembali teringat pesan Andrean saat akan pergi. "Tapi sebelum gue pergi, gue mau minta satu hal." Saras menatapnya, dan Devan yang sedari tadi hanya diam pun mengangkat wajahnya. "Gue titip Saras ke lo, Van," kata Adrian, menoleh ke Devan. "Lo orang yang paling gue percaya." Devan tak langsung menjawab. "Gue tahu lo bisa jaga dia. Temenin dia, bahagiain dia, sebisanya." Andrean, sahabatnya. Orang yang mencintai Saras.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Nala dan Mas Juragan

Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum bisa dia "beli" dengan popularitasnya adalah ... ACC dari Elio Pradipta Komara, dosen killer dengan wajah rupawan dan mulut sepedas cabe rawit. Mahasiswa fakultas hukum menyebutnya Mr. Komrad, bukan karena dia ramah, tapi karena gayanya yang otoriter, dingin, dan katanya ... hatinya sudah dicabut negara. Sialnya, Tania harus menyelesaikan skripsinya di bawah pengawasan Elio, sang algojo akademik. Tiap halaman direvisi, tiap argumen dicabik, tiap senyumnya dibalas datar. Tapi Tania bukan selebgram sembarangan, dia sudah bertekad lulus tahun ini, walau harus pasang infus atau jual semua skincare. Namun segalanya berubah ... saat Tania terjebak di dalam lift bersama Mr. Komrad. Yang ada hanya dua manusia dengan ego besar, tensi tinggi, dan... satu rahasia kecil yang bisa mengubah segalanya. Apakah Tania akan tetap membenci Mr. Komrad? Atau justru mulai melihat sisi lain dari dosen paling menyeramkan se-fakultas hukum?

More details
WpActionLinkContent Guidelines