Story cover for Peri Budidaya Mingguang by -szymon-
Peri Budidaya Mingguang
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 44
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 44
Ongoing, First published Jun 23, 2025
Penulis: Jia Mo

Tipe: Dongeng Romantis

Status: Selesai

Terakhir diperbarui: 2025-05-17

Bab terbaru: Teks utama Kenaikan ke Keabadian

Deskripsi Proyek:

Sekte guru diserang oleh para kultivator iblis. Guru tersebut meninggal untuk melindungi Mingguang dan saudara perempuannya. Mingguang juga ditangkap dan ditekan ke dalam Jurang Iblis, di mana roh abadinya hanyut dan diresapi dengan roh iblis.
Tag konten: Kultivasi Abadi, Inspiratif, Penyembuhan, Dominasi Wanita
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Peri Budidaya Mingguang to your library and receive updates
or
#851xianxia
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Transmigrated as the Villainous Omega Prince cover
Perfect Mom, Perfect Wife cover
KENRA; Antagonis Pengganti cover
The Grand Duke Obsession (END) cover
The Wicked Wife's Past Strikes Back cover
MORNVELL  cover
The Serpent's Obsession cover
Antaia: Let's run away child, from the cruel king! cover
MORGAN cover
When The Villain Looks at Me [END] cover

Transmigrated as the Villainous Omega Prince

25 parts Ongoing

Eryos William, seorang pria lembut dan penyayang, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Gabriel Rainer Lev Oldene omega pangeran antagonis yang paling dibenci di kekaisaran. Ia masuk tepat di malam tragis ketika Gabriel terlibat skandal dengan Grand Duke Arnos Edward De Garland, seorang Alpha dominan yang kemudian dipaksa menikahinya. Dalam alur asli novel, Gabriel menjalani pernikahan penuh kebencian, hidup terhina, dan berakhir tragis tanpa seorang pun peduli. Namun kini jiwa dalam tubuh itu adalah Eryos bukan sosok licik dan kejam, melainkan hati yang tulus dan tak tahu cara membenci. Di dunia Omegaverse yang keras dan penuh intrik istana, Eryos harus bertahan sebagai "antagonis" yang sudah terlanjur dicap buruk. Bisakah kelembutannya mengubah takdir yang seharusnya berujung kematian? Ataukah ia tetap akan terseret pada akhir yang sama?