Mr. Lecturer

Mr. Lecturer

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 24, 2025
[Romance • Comedy] Tujuan hidup Senjana hanya satu yaitu wisuda tepat waktu. Namun khayalan memakai toga wisuda bersama teman-temannya menjadi sebuah angan-angan yang tak tersampaikan. Senjana harus berlapang dada saat dosen pembimbing nya bahkan tidak mau mengakui Senja sebagai salah satu anak bimbingan nya. Pupus harapan? Tentu saja! Senjana seakan menghilang dari radar hingga tibalah saat di acara perkumpulan keluarga. Senja bahkan harus menutup telinganya rapat-rapat mengenai berbagai pertanyaan yang datang menimpa. Salah satunya, "Senja! Kapan wisuda?" Mau tidak mau, Senja harus menyeret kakinya untuk mendatangi prodi kampus, mempertanyakan apakah dirinya ini masih dianggap sebagai mahasiswi. Dan, yah. Senja akhirnya berhasil mengganti dosen pembimbing. Tapi masalah Senja tidak sampai disitu, dia harus kembali effort untuk mencari dosen pembimbing baru yang bertingkah seperti Idol k-pop yang ketahuan dating. Alias susahnya pun minta ampun! _____ Haii Support cerita ini jika kalian suka Tinggalkan jejak entah itu vote or comment‼️ Follow akun ini, wajib yaa‼️ Dan masukin cerita ini ke library kalian Selamat membaca Celestiers 🙌
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Nakula
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines