Worlds Apart

Worlds Apart

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
WORLDS APART > [ I love him, but our worlds are different ] ____ "Itu terdengar seperti pelarian yang indah bagi sebagian orang...namun kau akan meninggalkan dunia nyata...Alora...kau tidak akan pernah merasakan kehidupan yang sebenarnya...jikalau orang yang kau cintai memanggilmu, kau tidak akan pernah bisa menjawab...ataupun bersatu mereka di dunia nyata. Kau akan hidup dalam ilusi yang kau ciptakan sendiri, tanpa bisa kembali ke kenyataan. Apakah ini yang kau cari, ataukah hanya sekedar pelarian dari rasa sakit?" "ini penyiksaan" _______ Pada akhirnya cinta hanyalah sebuah ilusi Yang menyadarkan bahwa Manusia tak lebih dari budak perasaan. terikat dalam rantai cinta. tak bisa bebas Hiduplah dengan bayang-bayang mereka. lupakan tentang dirimu sendiri Dan teruslah berjalan. cinta hanyalah sebuah ikatan Yang mengikat kita dalam rantai perasaan. "Aku ingin menjadi milikmu. tapi itu hanyalah permintaan yang mustahil." © don't jiplak
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines