Obsession Draven

Obsession Draven

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 28, 2025
Aurelie Nova Luciano murid SMA Ilmu Bangsa yang sejak lama dikenal dengan tingkah anehnya hingga guru ada yang tidak sanggup lagi menghadapi Aurelie. Siswa juga tidak jarang selalu melihat pakaian seragam Aurelie mencolok yang berbeda setiap harinya. Dipertemukan dengan Draven Maverick Kairo yang merupakan anak baru di sekolahnya, bahkan teman dekat Aurelie senang jika Draven dekat dengan Aurelie. Saat itu Aurelie mulai masuk ke perangkap cinta dan kasih sayang seorang Draven Maveric Kairo. "Aurelie" Mulai Draven. "Ya." "Lo cantik." "Emang gue cantik. Kemana aja lo? Baru banget ya nyadarnya?" "Lo beda." Lanjut Draven. "Itulah Aurelie. Gue itu sexy, dan suka cari masalah merupakan kebiasaan gue yang gak akan pernah lepas." "Gue suka sama lo" Tegas Draven "Tapi gue gak suka diperintah." "Gue gak masalah dengan itu" "Gue suka pakaian ketat!" "Gue bisa berantem." "Apapun yang ada di dalam diri lo gue suka tanpa terkecuali. Gue suka lo karna sejatinya lo adalah lo sendiri." ••• Sebelum membaca dukung cerita ini dengan cara follow dan berikan vote⭐ di setiap babnya❗ Kalian baca aja dulu, siapa tau tertarik? Kirimkan kritikan saran atau apapun di kolom komentar ya💕 >_< Terdapat kata kasar, harap bijak dalam membaca ⚠️ 24 Juni 2025
All Rights Reserved
#248
obsession
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines