Semoga Kita Diterima

Semoga Kita Diterima

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kalau kamu pernah merasa hidup menolakmu dari segala arah, cerita ini untukmu. Di sebuah kota yang tak menjanjikan apa-apa, ada kedai kecil di dekat salah satu stasiun Jakarta. Nyejuk Slowbar. Tempat yang tenang, hujan selalu datang lebih dulu di sana, dan waktu berjalan lebih lambat. Di pojok luar, dekat pintu masuk, ada meja kayu tua dengan empat kursi logam. Empat orang pernah duduk di sana. Dengan cerita dan alasan yang berbeda. Semuanya datang membawa luka, tapi dengan harapan yang sama. Kota ini, hujan ini, dan kursi itu, mempertemukan mereka perlahan. Satu demi satu, mereka mulai percaya lagi. Bahwa penolakan bukan akhir dari mimpi. Dan bahwa tidak semua luka harus disembunyikan sendiri. Bersama, mereka membentuk grup kecil bernama "Semoga Kita Diterima" bukan hanya nama, tapi doa yang tak pernah mereka ucapkan dengan suara yang lantang. Karena di kota yang keras, mereka butuh tempat yang menyejukkan. Di antara semua, satu dari mereka diam-diam menjadi alasan yang lain tetap bertahan. Ini bukan kisah siapa yang paling berbakat, tapi tentang mereka yang tetap bertahan ketika semua pintu belum terbuka. Karena tak semua perjuangan langsung sampai. Tak semua mimpi langsung dipercaya, tapi selama mereka tidak menyerah, semoga... akhirnya diterima.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines