Semoga Kita Diterima

Semoga Kita Diterima

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 9, 2025
Kalau kamu pernah merasa hidup menolakmu dari segala arah, cerita ini untukmu. Di sebuah kota yang tak menjanjikan apa-apa, ada kedai kecil di dekat salah satu stasiun Jakarta. Nyejuk Slowbar. Tempat yang tenang, hujan selalu datang lebih dulu di sana, dan waktu berjalan lebih lambat. Di pojok luar, dekat pintu masuk, ada meja kayu tua dengan empat kursi logam. Empat orang pernah duduk di sana. Dengan cerita dan alasan yang berbeda. Semuanya datang membawa luka, tapi dengan harapan yang sama. Kota ini, hujan ini, dan kursi itu, mempertemukan mereka perlahan. Satu demi satu, mereka mulai percaya lagi. Bahwa penolakan bukan akhir dari mimpi. Dan bahwa tidak semua luka harus disembunyikan sendiri. Bersama, mereka membentuk grup kecil bernama "Semoga Kita Diterima" bukan hanya nama, tapi doa yang tak pernah mereka ucapkan dengan suara yang lantang. Karena di kota yang keras, mereka butuh tempat yang menyejukkan. Di antara semua, satu dari mereka diam-diam menjadi alasan yang lain tetap bertahan. Ini bukan kisah siapa yang paling berbakat, tapi tentang mereka yang tetap bertahan ketika semua pintu belum terbuka. Karena tak semua perjuangan langsung sampai. Tak semua mimpi langsung dipercaya, tapi selama mereka tidak menyerah, semoga... akhirnya diterima.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines