Merindumu Lagi

Merindumu Lagi

  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 10, 2026
Hiatus dulu untuk beberapa bulan, karena mau fokus sama suatu hal penting Di sekolah yang dipenuhi dengan siswa-siswa ceria dan bersemangat, ada seorang gadis pendiam bernama Ana yang sering tersembunyi di balik keheningan. Dengan rambut yang selalu diikat dan wajah yang jarang terlihat tersenyum, Ana adalah sosok yang tidak terlalu mencolok di antara teman-temannya. Namun, di balik keheningan itu, Ana menyimpan perasaan yang mendalam terhadap seseorang yang tidak pernah menyangka akan memandangnya lebih dari sekadar teman sekelas. Ana juga memiliki kehidupan yang cukup berat di luar sekolah. Untuk membantu ibunya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ana bekerja part-time di sebuah kafe kecil di kotanya. Pekerjaan ini membuatnya harus membagi waktu antara sekolah dan bekerja, tetapi Ana tidak pernah menyerah. Di tengah-tengah kesibukannya, Ana masih menyimpan perasaan terhadap Awan, siswa berprestasi dan ketua OSIS yang terkenal di sekolah. Awan, dengan senyum yang menawan dan sifat humble yang membuatnya disukai banyak orang, adalah idola banyak siswa. Tapi, apakah dia pernah menyadari keberadaan Ana, gadis pendiam yang diam-diam menyukai dirinya? Bagaimana jika perasaan Ana yang selama ini disembunyikan mulai terungkap? Apakah Awan akan membalas perasaannya, ataukah Ana harus terus menyembunyikan perasaan itu? Temukan jawabannya dalam cerita ini."
All Rights Reserved
#79
parttime
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines