Kalau langit kita berbeda, apa mungkin kita benar-benar bisa melihat bintang yang sama?"
Bagi Teguh, menjejakkan kaki di Turki adalah mimpi yang menjadi nyata. Namun, mimpi itu harus dibayar dengan meninggalkan separuh hatinya di Indonesia, bersama Bunga.
Bagi Bunga, melepaskan Teguh adalah pengorbanan, meski setiap detik terasa seperti penantian tak berujung.
Satu-satunya jembatan yang tersisa di antara ribuan kilometer adalah sebuah buku diary bersampul biru. Di dalamnya, tersimpan janji, harapan, dan semua rahasia yang tak terucap. Namun, ketika perbedaan waktu menjadi dinding dan kesendirian mulai menyesakkan, mampukah janji yang terbuat dari tinta itu bertahan?
Ini adalah kisah tentang dua hati yang mencoba tetap terhubung saat dunia mereka semakin menjauh. Sebuah cerita tentang cinta, mimpi, dan pertanyaan menyakitkan: Apakah jarak benar-benar hanya angka, atau ia adalah jurang yang siap menelan segalanya?
All Rights Reserved