Setelah mencetak sejarah di Piala Dunia 2030 dan menembus semifinal Piala Asia 2031 sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia memasuki babak baru yang lebih kelam. Publik berharap banyak, federasi haus prestasi cepat, dan sponsor menuntut tayangan indah - namun pelatih legendaris asal Belanda, Raymond van Meijer, justru didepak secara halus. Alasannya sederhana: dia terlalu idealis untuk sistem yang semakin pragmatis.
Di tengah riuh euforia dan kegamangan masa depan, muncul satu nama pengganti:
Bagas Nur Rahman, pelatih lokal muda dengan reputasi kejam, disiplin militer, dan pemikiran taktis yang tak bisa ditebak. Dijuluki "Si Tangan Dingin yang Keras Kepala", Bagas tidak tunduk pada federasi, tidak ramah pada media, dan tidak memberi ruang bagi pemain yang enggan berkorban.
Dengan warisan besar dari Van Meijer, dan harapan satu bangsa di pundaknya, Bagas membentuk skuad baru berisi pemain lokal dan diaspora - dari Farhan Tawainella yang keras kepala, Rangga Chaniago yang kritis, hingga Amar Shahid Brkic, gelandang jenius berdarah Belanda-Jerman-Aceh yang disorot media Eropa.
Namun lawan terbesar Bagas bukan di lapangan, melainkan di luar:
Federasi yang ingin menjinakkannya.
Direktur teknik asing yang tak sejalan filosofinya.
Pundit flamboyan seperti Coach Leo, yang semula mendukung tapi kini menyerang dari layar kaca.
Bahkan pemerintah dan Kemenpora... yang menunggu saat tepat untuk turun tangan.
Saat Kualifikasi Piala Dunia 2034 dimulai di Gelora Bung Karno, bukan cuma laga yang dipertaruhkan. Tapi harga diri bangsa. Dan prinsip seorang pelatih yang memilih mati dalam keyakinannya, daripada tunduk pada kompromi.
> "Saya tidak melatih demi pujian. Saya melatih agar kita tidak jadi pecundang lagi." - Bagas Nur Rahman
Seorang pemuda berusia dua puluh lima tahun kini menjalani hidup yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya - menjadi "ayah" bagi dua gadis kecil yang begitu cantik dan polos.
Mereka bukan anak kandungnya, melainkan putri dari kakak laki-lakinya yang meninggal bersama sang istri dalam kecelakaan pesawat saat perjalanan bisnis.
Dua gadis kecil itu mengubah hidupnya, mengajarkannya arti kehilangan, cinta, dan keluarga.
bagaimana kisahnya? ya di baca kocak🗿
FIKSI!!!