Obsesi Mas-mas Jawa blasteran Belanda

Obsesi Mas-mas Jawa blasteran Belanda

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 5, 2025
Sepasang mata tajam memandang ke arah perempuan. Tatapan tajam memandang dengan ketertarikan dan penuh obsesi. Alfarez Brahma ----- anak pemilik sekolah sekaligus pewaris ------- CORP. Anak tunggal pasangan ---------- dan ---------. Memiliki paras blasteran jawa dan belanda yang membuat dia terlihat tampan dengan tubuh atletis, banyak wanita yang mengidolakannya, tetapi sifatnya yang arogan dan dingin tak tersentuh membuat para wanita takut untuk sekedar mencoba mendekatinya. Tetapi untuk pertama kalinya ALFAREZ merasa tertarik dengan yang namanya wanita yaitu, --------------. Tiba tiba pandangan Alfarez bertemu dengan ----- yang juga memandangnya, Alfarez pun refleks menyunggingkan bibirnya, bukan tertihat manis namun lebih tepatnya seringai menyeramkan. Tapi ----- tidak takut dan mengalihkan pandangannya. Alfarez mengerutkan dahinya bingung, karna kebanyakan perempuan akan takut dengan seringai nya. Namun kemudian Alfarez kembali tersenyum tipis, senyum yang menggambarkan suatu Obsesi. "menarik" gumam Alfarez dengan senyum smirknya. ❌ Tidak di perbolehkan plagiat atau menyalin ❌ Plagiat dilarang mendekat ❌ Tidak boleh menghujat karna ini karya ke dua ku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines