The Curse Within Me

The Curse Within Me

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 18, 2025
Aku pernah percaya bahwa hidupku telah selesai, bahkan sebelum benar-benar dimulai. Kutukan ini, apa pun itu namanya, telah menghapus semua rencana. Masa depan? Hilang. Orang-orang? Menjauh. Aku tak menyalahkan mereka. Aku pun akan pergi jika bisa. Tapi dia tidak. Vanya. Seseorang yang terus mengetuk meski tahu aku bisa meledak kapan saja. Seseorang yang tertawa ketika aku diam. Seseorang yang melihatku bukan sebagai bahaya... melainkan sebagai manusia. Untuk pertama kalinya, aku ingin sesuatu. Bukan keajaiban, bukan keselamatan. Hanya satu hari yang utuh. Satu hari tanpa rasa takut. Satu hari untuk berjalan tanpa bersembunyi. Satu hari untuk tertawa, dan mungkin... hidup. Aku menulis itu di secarik kertas, malam sebelum semuanya berubah. Dan jika kau membaca ini sekarang-entah karena mencariku, atau karena sesuatu terjadi padaku, ketahuilah satu hal: Hari itu benar-benar indah. Tapi aku tidak pernah sampai ke hari berikutnya.
All Rights Reserved
#59
cursed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines