D I A
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 26, 2025
𝗖𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗶 𝗺𝗲𝗿𝘂𝗽𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗶𝗺𝗮𝗷𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗹𝗶𝘀. 𝗔𝗱𝗮𝗽𝘂𝗻 𝗸𝗲𝘀𝗮𝗺𝗮𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗷𝗮𝗱𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗲𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗺𝗮𝘁𝗮. 𝗝𝗶𝗸𝗮 𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗹𝗶𝘀𝗮𝗻/𝗶𝘀𝘁𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗶. ➷ 𝐟𝐲𝐢: mengisahkan tentang seorang remaja yg sedang memahami arti sebuah rasa duka, suka & hampa. [ tanpa nama, tanpa ciri' ] ◗   ◗   < from 𝓪𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 berimajinasi menuangkan sebuah pemikiran kedalam 𝓽𝓾𝓵𝓲𝓼𝓪𝓷 adalah hal yg lumrah. sudut pandang dari penulis. dipadukan dgn sudut pandang D I A. jadi.. enjoy! 𝗷𝗴𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝘃𝗼𝘁𝗲! selamat membaca dan menduga-duga, ya! 𝓕𝓪𝓷𝓭𝓲𝓻𝓪 𝓠𝓲𝓼𝓽𝓲 𝓟𝓻𝓪𝓭𝓪𝓷𝓲 -'🌤🍯
All Rights Reserved
#136
putihabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Mission
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Drama di Pintu Kosan
  • Change The Plot (Niel)
  • BACKSTREET
  • Chana's Transmigrasi
  • REGAN's Crazy Wife

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines