Lo Itu Racun

Lo Itu Racun

  • WpView
    Reads 3,600
  • WpVote
    Votes 2,362
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Kata orang, gue terlalu keras kepala. Terlalu banyak ikut campur dalam hidup orang. Tapi gimana caranya gue bisa diam... kalau gue lihat dia ninggalin hal yang paling bikin dia hidup? Nama gue Raelan Nirvana. Di kenal sebagai orang yang selalu bisa jadi racun hidup untuk semua orang, termasuk dia. Geovano Atlanta. Cowok yang dulu selalu bahagia dengan hobinya seolah dirinya nyatu sama lapangan. Yang refleksnya bahkan bisa bikin pelatih berdecak. Sekarang? Dia justru lebih milih dunia sepi, buku teknik, dan kalimat-kalimat logis yang jauh dari sorakan penonton. Dan katanya, itu bukan karena gue. Tapi entah kenapa, setiap kali gue muncul, setiap kali gue bilang, "Lo masih bisa kembali, Van," Ada bagian dari dia yang goyah. Ada bagian yang nyaris percaya. Gue tahu dia benci kalah. Benci merasa dikalahkan sama perasaan, apalagi sama gue. Tapi bukan itu tujuan gue. Gue cuma mau dia balik jadi dia yang dulu. Atau setidaknya, dia yang jujur soal apa yang dia mau. Tapi buat Geovano, gue bukan penyelamat. Gue hanya racun. Racun yang terus-terusan ngajak dia keluar dari batas nyaman yang dia buat sendiri. Dan dia benci itu. Mungkin ini salah gua. Terlalu banyak berharap. Terlalu sering maksa. Terlalu yakin kalau gue tahu apa yang terbaik buat dia-padahal gue juga masih berantakan. Tapi kalau disuruh milih antara diam dan kehilangan... Gue lebih pilih jadi racun. "Kadang, yang kamu sebut racun... cuma seseorang yang nggak sanggup lihat kamu bunuh diri pelan-pelan."
All Rights Reserved
#50
chemistry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines