All the Ways We Fell

All the Ways We Fell

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 24, 2025
Dia pendiam. Aku murid pindahan. Kami bertemu di tangga sekolah―dengan susu vanilla yang tumpah dan sebuah isyarat "permisi" yang pelan. Yang kupikir hanyalah hari pertama yang biasa, tapi ternyata... semua hal kecil, Mengarahkanku pada hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Kami bertemu. Saling mengenal. Saling cerita. Saling terluka. Saling terjatuh. Dan bangkit lagi. Nyatanya, rupa dan caranya bicara, tak selalu mencerminkan apa isi hati yang dipendamnya. Lalu saat ia menyadarinya, ia membuktikan dengan sekuat tenaga. Untuk melindungi dirinya. Dan melindungi 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩nya. 𝘈𝘭𝘭 𝘵𝘩𝘦 𝘞𝘢𝘺𝘴 𝘞𝘦 𝘍𝘦𝘭𝘭, cerita Ini bukan hanya sekadar cinta remaja yang mulus bagai sutra yang halus. Tapi, banyak lika liku serta masalah besar yang menciptakan sebuah pengalaman pahit di dalam hidupku. Ini tentang kami. Aku, 𝘙𝘰𝘯𝘢. Dan untuk dia, yang sangat spesial.. 𝘈𝘣𝘪𝘮𝘢.
All Rights Reserved
#7
emotionalromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines