Chasing Chaos

Chasing Chaos

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bianca Lavina Vivienne Atmaja bukanlah gadis biasa. Ia adalah badai warna yang meledak dalam setiap langkah, suara nyaringnya tak pernah absen memecah sepi. Dijuluki cewek aneh, bukan karena ia haus perhatian, tapi karena keberaniannya menjadi berbeda, tak ragu menertawakan hal-hal sepele, menciptakan kekacauan kecil yang justru membuat hari orang lain terasa lebih hidup. Di sisi Bianca, ada Devandra Aerlangga Arvendra, sahabat semasa sekolah menengah yang telah kenyang oleh segala kekonyolan gadis itu. Namun di balik tawa dan caranya merengkuh dunia dengan sembarangan, Bianca adalah teka-teki yang tak pernah bisa ditebak Devan, seakan setiap detik bersamanya adalah kejutan tak terduga. Namun saat Ospek mempertemukannya dengan Daniel, si pendiam misterius yang menatap dunia dari balik diamnya. Bianca berubah menjadi teka-teki yang ingin Daniel pecahkan. Sementara Daniel sendiri, mulai merasa bahwa sunyinya telah menemukan nada yang hilang. Namun, apakah tawa sekeras Bianca benar-benar menandakan bahagia? Atau justru ada sesuatu yang tak pernah ia izinkan siapa pun melihatnya?
All Rights Reserved
#215
eventpensi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines