Asmara di Tanah Terjajah

Asmara di Tanah Terjajah

  • WpView
    OKUNANLAR 234
  • WpVote
    Oylar 30
  • WpPart
    Bölümler 10
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Mar 22, 2026
Hujan itu bukan sekadar hujan. Ia adalah pertanda. Pertanda bahwa hidup Renjani tak akan pernah sama lagi sejak malam tubuhnya kuyup dalam dingin, dan dua lelaki dari dua kutub dunia yang bertolak belakang datang menyentuh takdirnya. Bumi-pemuda pribumi dengan senyum hangat dan tawa ceroboh, yang awalnya bagai pangeran berkuda putih dalam mimpi setiap anak gadis, manis dan mengobati luka dengan membawa suka. Tapi siapa tahu? Mungkin ia bukan pangeran. Mungkin ia hanya panglima yang dengan caranya sendiri menyeret Renjani masuk ke medan perang. Perang yang bukan hanya soal senjata, tapi juga hati, harga diri, dan luka yang tak pernah bisa benar-benar sembuh. Lalu Pieter-pria londo bermata biru, yang datang bersama aroma kolonial dan wibawa menyesakkan. Ia berkata cinta, membelainya dalam sentuhan yang asing dan memabukkan, dan menawarkan dunia yang berkilau. Tapi kilau itu tak pernah hangat. Ia tak ingin menyayangi... hanya memiliki. Menguasai. Merenggut apa yang tak pernah benar-benar ia mengerti. Dan di antara mereka berdirilah Renjani. Seorang gadis biasa dengan nama yang terlalu indah untuk beban yang ia pikul. Ditarik dari dua sisi yang sama-sama menjanjikan kehancuran dengan cara yang berbeda. Gadis itu robek oleh dua dunia yang saling bertabrakan. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini adalah kisah tentang kuasa, luka, tanah yang dijajah, dan hati yang tak pernah benar-benar merdeka.
Tüm hakları saklıdır
#399
hujan
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • (siap) Mengudara (akhirnya)
  • 46. Misteri Bocah Jelmaan✓
  • ANAK POHON
  • KISAH DIBALIK JERUJI BESI
  • SUMUR HITAM
  • First Love
  • Asmara Berdarah
  • [✓]PANGPANG
  • 18. Misteri Pohon Kematian✓
  • BUMANDHALA : MENJAGA BUMI (TAMAT)

Di antara sarung, celana, dan jemuran basah karena hujan semalam yang tak kunjung reda, hingga adzan subuh berkumandang dengan merdu layaknya doa seorang hamba kepada Tuhannya; Orang partai di suruh diam setelah mendapat surat doa berisikan janji capres. Ia mengingat kembali perkataan Dosen Alinea yang kesimpulannya agar menutup matanya dengan sarung warisan keluarga yang katanya lebih ampuh dari mantra pesulap agar tidak mengingat sebuah nisan tanpa nama, dengan foto koruptor di sampingnya. * (siap) Mengudara (akhirnya) merupakan Kumpulan sajak & puisi yang pernah ditulis entah dengan tangan atau teknologi bernama laptop dan gawai. Berisikan rayuan doa seorang hamba kepada Tuhan, hingga surat menye-menye seorang remaja yang tengah merasakan cinta monyet dilengkapi dengan ekspresi satir dan ironi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri penuh canda tawa penduduknya. * Semua akan menguadara pada waktunya merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan hadirnya sajak dan puisi dalam antologi "(siap) Mengudara (akhirnya)".

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi