Langit Yang Menunduk[SELESAI]

Langit Yang Menunduk[SELESAI]

  • WpView
    Reads 29,905
  • WpVote
    Votes 1,138
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 20, 2026
Humaira, mahasiswi Sastra Indonesia, menjalani hidup ganda sebagai santri dan pengurus pondok putri di pesantren tradisional milik keluarga Kyai Hasyim. Hidupnya penuh rutinitas: kuliah pagi, ngaji malam, dan mengurus puluhan santri yang tidak selalu patuh. Tapi di balik sosoknya yang tegas dan lembut, ia menyimpan kegelisahan yang hanya bisa ia tuangkan lewat tulisan dan doa-doa yang lirih. Kedatangan Gus Fawwaz, putra sulung Kyai Hasyim yang baru pulang dari studi di Yaman, mengubah ritme diam-diam di pesantren. Gus Fawwaz bukan tipe yang banyak bicara. Tatapannya tenang, adabnya terjaga, tapi matanya seperti menyimpan tanya. Pertemuan-pertemuan tanpa rencana mulai terjadi: saat mengurus jadwal ngaji, saat diskusi buku, dan saat tak sengaja melihat puisi di mading santri. Tanpa mendahului rasa. Jarak adalah penjaga, dan setiap lirikan bisa menjadi fitnah. Apakah setiap rasa harus memiliki nama? Ataukah cukup disimpan sebagai doa yang tidak pernah dituntut jawabannya? 🏅1#cintadalamdiam (16 Oktober 2025) 🏅1#pondok (23 Oktober 2025) 🏅1#anakkyai (26 Oktober 2025) 🏅1#santri (11 November 2025) aqufa.story_ 26 Juni 2025-11 November 2025
All Rights Reserved
#82
anakkyai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines