Yang Tak Pernah Pergi

Yang Tak Pernah Pergi

  • WpView
    LECTURAS 101
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 16, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Pernahkah kamu merasa dekat dengan seseorang, tetapi hati menolak untuk jatuh cinta? Seolah ada sesuatu yang lebih besar dari perasaan. Sesuatu yang menahan, bahkan sebelum semuanya dimulai. Alira, anak bungsu Keluarga Rakadiwantha. Gadis 18 tahun, hanya ingin mengantarkan barang kakaknya ke Jakarta. Tetapi perjalanan itu, yang seharusnya menyenangkan, berubah menjadi awal dari teka-teki. Tentang keluarganya, masa lalu, dan sosok ayah yang lama menghilang dari hidup mereka. Di sebuah gerbong kereta, Alira bertemu dengan seorang pemuda asing. Mereka berbagi percakapan, perhatian, dan keanehan yang tidak bisa dijelaskan, terlalu akrab, tetapi sama sekali tidak romantis. Keduanya saling menjaga jarak, seolah hati mereka tahu bahwa ada batas tak terlihat di antara mereka. Dan ketika segalanya mulai terungkap, masihkah mereka bisa saling berpandangan seperti dua orang asing? Atau sebenarnya... mereka tak pernah benar-benar asing? ***
Todos los derechos reservados
#593
kematian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • BACKSTREET
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan
  • Mission
  • REGAN's Crazy Wife
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido