Lies & Resurrection ✅

Lies & Resurrection ✅

  • WpView
    Reads 21,519
  • WpVote
    Votes 3,287
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadComplete Fri, Nov 21, 2025
Setelah perceraian orang tuanya, Nerissa pindah ke negeri kelahiran ibunya, Irlandia, untuk memulai hidup baru yang tenang. Namun, ketenangan itu hancur ketika dia bertemu Declan Walsh, sosok misterius penuh rahasia di balik matanya yang tajam dan wajahnya yang tampan. Declan jatuh cinta pada Nerissa, tetapi cintanya justru memicu perang antara dua klan tua yang saling bermusuhan: Vampires and hunters. Di tengah darah, rahasia, dan pengkhianatan, pilihan Nerissa hanya satu: To hunt a vampire ... or to die by one. =A Reimagining of Irish Folklore: The Legend of Abhartach= Genre: Dark Urban Fantasy Romance Tropes: Predator in Love, Enemies to Lovers, Forbidden Romance, Vampire X Human, Morally Grey Hero DRAFT 1 Mentahan Ditulis sejak 25 Juni 2025 Tamat per 28 Oktober 2025
All Rights Reserved
#24
forbiddenromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARTHEMYTH (Terbit)
  • Flowers Are Bait
  • meow meow -meow
  • Lord Dryburgh & His Maiden
  • The Shadow of Black Rose
  • Running to The BEAST
  • Kimi Ga Suki Da
  • The Lost Boy of Neverland ✅
  • Interlude; The Untold
  • The Predator Alibi
  • RUNAWAY (TAMAT)
  • you're my favorite song
  • Reinhard: Asrayah yang dilupakan. [END]
  • UNTIL HE FOUND ME [TERBIT]
  • AETERNITAS: A Prophecy Of Ruin (TAMAT)
  • Where The Grimoire Leads Us (END)
  • The Jewelrose I
  • The Elaris
  • THRONE - The Real Of The King
  • Once Upon A Time | ✓

Tidak ada yang benar-benar hilang di hutan itu. Hanya tertelan. Dan menunggu ditemukan lagi dalam bentuk yang tak sama. Mereka bilang, setiap beberapa dekade, hutan membuka matanya. Ia lapar, menuntut upeti. Tapi bukan daging yang ia inginkan. Bukan tulang. Yang ia inginkan adalah sesuatu yang lebih lembut. Lebih hangat. Sesuatu yang masih bisa menjerit. Anak-anak. Gadis-gadis kecil. Anak laki-laki yang belum sempat bermimpi. Dan selalu ada seorang ibu. Seorang yang cukup hancur untuk menyerah. Cukup lelah untuk percaya bahwa mengorbankan satu bisa menyelamatkan yang lain. Cukup bodoh... atau cukup tahu, bahwa menolak berarti kehilangan semuanya. Mereka menyebutnya dongeng. Legenda tua untuk menakuti anak-anak. Tapi mereka lupa sesuatu yang penting. Dongeng tidak pernah lahir dari ketiadaan. Dongeng... adalah jejak darah yang disamarkan dengan puisi. Dan malam ini, seekor kambing hitam berjalan melewati pintu yang terbuka. Ia menoleh ke si ibu, dan berbisik: "Sudah waktunya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines