RUMAH WARISAN NENEK

RUMAH WARISAN NENEK

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 30, 2025
"Asti, Lo yakin nggak bakal nyesel ikut aku ke desa?" Naraya menoleh sambil tetap menggenggam setir. Mobil mereka perlahan mulai memasuki jalan berbatu yang dikelilingi pohon bambu di kanan-kiri. Asti, dengan rambut dicepol tinggi dan kacamata hitamnya, malah tertawa kecil. "Please, Nara. gue udah muak sama polusi, sinyal lemot, dan drama keluarga. Tiga minggu di desa? Kedengarannya kayak liburan mewah versi kita!" Naraya tersenyum. Tapi dalam hatinya, ada sedikit perasaan aneh. Bukan karena jalanan yang makin sunyi, atau karena langit mendadak mendung meski ramalan cuaca bilang cerah. Tapi karena sejak rumah itu diberikan oleh neneknya-dan kemudian wafat tak lama setelahnya-Naraya seperti sering memimpikan hal-hal ganjil. Tentang suara pintu berderit tengah malam. Tentang seseorang yang memanggil namanya dari halaman belakang. Dan tentang ruang di rumah itu... yang bahkan tak ada dalam denah. Tapi semua itu belum dia ceritakan ke Asti. Belum sekarang. "Selamat datang di Desa Ayun," ucap Naraya pelan saat mereka melewati gapura kayu tua bertuliskan nama desa. Angin tiba-tiba bertiup kencang. Sepasang burung gagak terbang rendah, lalu menghilang ke antara pohon-pohon tinggi. Asti mencubit lengan Naraya. "Eh, jangan menatap kosong gitu dong. Kita ini kayak di awal film horor, tau gak." Naraya hanya tersenyum-dan dalam hatinya, ia tahu, kalimat Asti itu bukan sekadar bercanda.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • TAKDIR DIO HANIM
  • CENAYANG (XingQiu)
  • Hah!Dukun?
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • TUMBAL PESANTREN
  • Sukma Lara [END]

Lanjutan dari Sang Kolektor Benda Antik [Bab 201+] Pastikan kamu sudah baca Sang Kolektor Benda Antik Sebelum melanjutkan! Entitas supranatural memandang manusia sebagai makanan, tetapi baginya, entitas supranatural hanyalah barang dagangan untuk memenuhi rak tokonya. Su Bai, yang dikenal sebagai "Jenius Mengerikan," gugur pada level terakhir Permainan Mimpi Buruk Tanpa Batas. Ketika ia membuka mata sekali lagi, ia telah kembali ke sepuluh tahun yang lalu, dengan tubuh yang rapuh dan lemah... atau setidaknya begitulah kelihatannya. Setidaknya, kontrak pernikahan yang pernah ia tandatangani dengan sebuah entitas supranatural demi bertahan hidup ikut terbawa kembali bersamanya... dan bagaimana dengan toko yang mengikutinya itu? Mungkinkah... itu adalah hadiah pertunangan? NOVEL TERJEMAHAN JANGAN VOTE YAH!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines