The Second Games Beginds

The Second Games Beginds

  • WpView
    Reads 2,017
  • WpVote
    Votes 1,356
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 17, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Mereka pikir Karasha hanya murid pindahan biasa. Tapi siapa sangka... ia membawa luka dari kehidupan sebelumnya. Hidup dalam tubuh yang asing, dihantui suara dari cermin, potongan ingatan yang mengerikan, dan misi balas dendam yang sulit terasa sulit untuk di jalankan meski terdengar hanya sekedar 'membalas'. Di sekolah barunya, wajah-wajah familiar mulai muncul. Namun dalam dunia yang terlihat normal, tersimpan kepingan kebenaran yang bengkok: pengkhianatan, cinta beracun, dan rahasia masa lalu yang saling bertaut. Balas dendam... terdengar mudah. Namun nyatanya, tak semudah itu melawan takdir. Hidup memang rumit, dan inilah cara dunia mempermainkan kita. Karena di balik satu dendam, tersembunyi lebih banyak luka. Dan Karasha tak bisa lari, bahkan dari dirinya sendiri. Apakah Karasha akan menemukan siapa yang menghancurkan hidupnya dulu? Atau justru... ia sendiri yang akan hancur karena rahasia yang terkubur terlalu dalam?
All Rights Reserved
#484
secondlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Ferrell Harland Natio
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)
  • Force to Marry the Devil
  • Just A Name
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • The Baby Of Valderic
  • Heir of 24 Hours
  • Stay with you? Really?

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

More details
WpActionLinkContent Guidelines