Only Today [PondPhuwin One Shot]✅

Only Today [PondPhuwin One Shot]✅

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 25, 2025
Matahari yang perlahan terbenam. Angin laut yang bertiup. pantai di musim dingin. Ombak yang berdebur merdu. Perasaan yang harus direlakan. Bukan berlindung di kata 'sahabat', hanya saja memang diciptakan hanya untuk dianggap sebagai adik. "Kak, bahagia selalu untuk aku ya..." "Jangan terlalu sedih ya, Phuwin. Kalo kamu udah siap, kakak mau dengerin kamu"
All Rights Reserved
#291
pondnaravit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nanti Kita Cerita Tentang Kel.7 (KKN) | END
  • ALPHA'S SILENT SECRET
  • Given || Ju Jihoon
  • The King & The Doctor
  • Our Marriage Tales 2 [COMPLETED]
  • «Balas Budi Yang Mengikat»
  • Cupiditas Vitae
  • Simpanan No, Istri Sah Yes. (ongoing)
  • I Want to Live
  • Second

Bagi Mahendra Raditya, mahasiswa perfeksionis dan kaku, KKN di Desa Sindangasih hanyalah kewajiban akademis yang harus diselesaikan secepat mungkin. Namun, rencana hidupnya yang tertata rapi seketika berantakan karena kehadiran Haikal Dirgantara-seksi Humas yang urakan, pecicilan, namun luar biasa mudah memikat hati seluruh warga desa. Bersama lima anggota lainnya yang memiliki karakter saling bertabrakan-Rendra si sekretaris julid, Cakra si anak sultan, Jevan si cowok kulkas, Nana yang kelewat soft, dan Jidan si maba raksasa-posko Kelompok 7 tak pernah sepi dari adu gengsi, kepanikan proker, hingga tawa di tengah malam. Di tengah tekanan mempersiapkan acara akbar 17 Agustus bersama warga desa, dinding rasionalitas Mahen perlahan runtuh. Interaksinya dengan Haikal memunculkan debaran asing dan rasa posesif yang mengacaukan logikanya. Ditambah dengan benih-benih cinta yang juga mekar di antara anggota posko lainnya, Kelompok 7 belajar bahwa KKN bukan hanya soal membangun desa, tapi juga tentang meruntuhkan ego dan berani jujur pada perasaan sendiri. Mampukah Mahen menyingkirkan gengsinya sebelum waktu pengabdian mereka habis?

More details
WpActionLinkContent Guidelines