Aaraa (On going)

Aaraa (On going)

  • WpView
    LECTURAS 85
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 12, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
🌸 Hallo semuanya👋🏻 ini adalah karya pertamaku, jadi mohon maaf ya kalau masih ada kata yang typo atau tanda bacanya yang masih salah, tapi aku usahain untuk ngasih yang terbaik buat kalian. Kehidupan seorang gadis bungsu bernama aara yang jauh dari kata "bahagia". Sejak kecelakaan yang merenggut kedua orang tuanya, ia harus hidup dalam bayang-bayang kebencian dari kedua abangnya sendiri. Mereka menyalahkan Aaraa atas tragedi itu dan menganggapnya sebagai penyebab kedua orang tuanya meninggal. Banyak orang yang mengira menjadi anak bungsu berarti akan sangat dimanja, dilindungi, dan dipenuhi kasih sayang. Tapi tidak dengan kehidupan yang Aaraa jalanin semenjak kedua orang tuanya meninggal. Ia tidak pernah lagi merasakan hangatnya pelukan keluarga.. Ia hanya ingin diakui sebagai adik mereka.. " _Kenapa, dikehidupan yang cuma sekali ini... aku tidak diizinkan untuk bahagia?"_ Mampukah waktu menyembuhkan luka yang selama ini Aara rasakan? Akankah kedua abangnya menerima kehadiran adik bungsunya kembali? Dan jika saat itu tiba mampukah Aaraa memaafkan mereka dan berdamai dengan dirinya sendiri? ini bukan sekadar kisah seorang gadis bungsu, tapi juga kisah tentang luka yang perlahan berusaha sembuh.
Todos los derechos reservados
#5
abangadek
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido