My Psycho Boy (RinRen)

My Psycho Boy (RinRen)

  • WpView
    Reads 3,258
  • WpVote
    Votes 478
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 9, 2025
🖤 Obsessive love. Bloody loyalty. Dark trauma. Toxic bond. "Lo milik gue. Dan gue gak perlu ijin dari dunia buat ngejaga apa yang gue punya." Kalau cinta berarti sembuh, maka ini bukan cinta. Tapi Dyren tetap tinggal. Tetap peluk luka. Tetap bilang: "Gue gak butuh sembuh. Gue cuma gak mau sendirian." Saat Dyren bertemu Rinz murid paling pendiam, brutal, dan misterius di sekolah dia pikir itu awal dari mimpi buruk. Tapi ternyata, itu awal dari ketergantungan. Rinz bukan cowok baik. Dia dingin, penuh rahasia, dan... obsesif sampai berdarah. Tapi setiap luka, setiap teriakan, setiap malam penuh desahan dan air mata, justru bikin Dyren jatuh lebih dalam. Dan ketika cinta masa lalu datang kembali membawa rahasia berdarah, Dyren harus memilih: kabur dari neraka, atau jatuh cinta lebih dalam ke api yang akan melumat dia habis-habisan. --- 🩸 Trigger Warning: Cerita ini mengandung tema dark romance, trauma, luka emosional & fisik, kekerasan psikologis, bl (boy love), hubungan tidak sehat, serta adegan eksplisit 18+. SEMUA MURNI HASIL IMAJINASI AUTHOR ⛔dilarang plagiat⛔ (Slow Up) Tanggal: 30 Juni 2025 Penerbit: @Neyaasc
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines