Zeidrich Allviero Ryne [TAMAT]

Zeidrich Allviero Ryne [TAMAT]

  • WpView
    GELESEN 1,464
  • WpVote
    Stimmen 102
  • WpPart
    Teile 71
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Juli 4, 2025
WpInfo
Belletristik
Romantik
>"Gue gak ngerti cinta. Gak ngerti kenapa jantung gue ribut cuma gara-gara lo senyum." "Lo cewek pertama yang bikin gue ngerasa... pengen deket, tapi gak tahu gimana caranya." ------------•••••••••••••••••••••••------------- Dingin. Diam. Serba cuek. Dan gantengnya gak masuk akal. Itu Zeidrich Allviero Ryne. Ketua geng motor paling ditakutin se-SMA Reyvara. Setiap langkah dia selalu jadi pusat perhatian. Tatapannya kayak bisa bunuh niat orang ngomong. Dan dia... gak pernah senyum. Gak pernah tertarik sama siapa-siapa. Sampai... cewek baru itu datang. Alesta Ravelle Maura. Polos. Manis. Nggak tau siapa Zeidrich. Nggak peduli soal geng motor. Nggak teriak waktu cowok paling ganteng se-sekolah lewat depan mata. Justru Alesta ngajak ngobrol Zeidrich... kayak dia cowok biasa. Dan itu bikin cowok segalak Zeidrich... gugup. Bingung. Dan mulai tanya-tanya ke sahabatnya sendiri: > "Kalo lo suka sama cewek... lo ngapain dulu, Dev?" "Nanyain tugas." "MASA GITU DOANG?" "Emang lo suka sama siapa sih?" "......." "Oalah, akhirnya tumbang juga ketua kita."
Alle Rechte vorbehalten
#12
cewekpolos
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien