We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Naia Renara

Naia Renara

  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 7, 2025
WpInfo
Fiction
Culture and Identity
Multicultural or Interracial
Southeast Asian
European
Aku datang ke Edinburgh bukan untuk jatuh cinta, tapi untuk bertahan dan lulus. Menenggelamkan diri dalam skripsi, kerja paruh waktu, dan kopi panas yang menghangatkan dingin di luar dan dalam hatiku. Aku membawa mimpi, trauma, dan prinsip dalam koper yang jarang kubuka. Kupikir, selama sibuk, aku takkan punya waktu merasakan hal lain. Tapi hidup suka mengejutkan. Distraksi pertamaku di perpustakaan adalah Theo Elias Beckett, cowok santai dengan hoodie usang dan buku sketsa penuh coretan. Dia sering duduk terlalu dekat meski tahu aku tidak nyaman disentuh. Dia tak berusaha membuatku tertawa, tapi selalu berhasil, terutama saat aku ingin menangis. Kami berbeda: aku dengan iman dan luka, dia dengan kebebasan dan pertanyaan tentang Tuhan yang tak terucapkan. Kami sering bertengkar soal sentuhan, batasan, dan masa lalu. Tapi kami juga tumbuh bersama, diam-diam. Dari kafe tempat aku kerja, sampai debat tengah malam soal agama dan filosofi, sampai saat dia bilang dia jadi Muslim bukan karena aku, tapi karena dia menemukan arah hidupnya. Aku tak tahu harus berkata apa. Ini bukan kisah cinta sempurna. Ini cerita dua orang yang tersesat tapi bertemu di persimpangan yang sama; tentang keluarga rumit, perbedaan budaya, sahabat dramatis, dan seseorang yang hadir untuk duduk di sampingmu, bukan menyelamatkan. Tentang Edinburgh dan Jakarta, sambal terasi, dosen pembimbing menakutkan, video call sinyal buruk, hadiah ulang tahun yang gagal, dan boneka harimau yang selalu kugenggam. Tentang perasaan yang tumbuh perlahan, dengan jeda dan salah paham, tapi juga keberanian besar. Karena cinta kadang bukan jawaban, tapi pertanyaan: "Jika aku belajar berjalan ke arahmu... maukah kamu menunggu?" Aku Naia Renara. Ini perjalanan pulangku, bukan ke rumah, tapi ke hati sendiri, bersama seseorang yang memilih berjalan di sisiku karena akhirnya memilih Tuhan yang sama, dengan caranya sendiri, tanpa paksaan. Apakah ini kisah bahagia? Aku tak tahu. Tapi ini kisah yang jujur.
All Rights Reserved
#942
novel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unspoken Things
  • The Fifth Season [✔]
  • 𝐌𝐫𝐬.𝐑𝐢𝐲𝐲𝐚𝐝𝐡 𝐙𝐚𝐲𝐲𝐡𝐝𝐢𝐭𝐡 : 𝐇𝐢𝐬 𝐋𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐖𝐢𝐟𝐞 [✓]
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • Asmaraloka Saptakāla [COMPLETED STORY]
  • MY AYDEN DARHWISH [C]
  • Sumandak Si Jejaka Russia
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • Broken White - by eSHa

Mulanya, Ivy hanya ingin menghabiskan sisa liburan musim panasnya di kota kecil di Vermont sembari menunggu tahun ajaran baru yang segera dimulai. Namun sebuah kabar yang dibawa sang Ibu pada malam penuh bahagia perempuan itu mampu mengubah seluruh rencananya. Kesempatan yang selama ini ia perjuangan lantas lenyap begitu saja, mengharuskan Ivy memulai kehidupan baru di tempat yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dan di sanalah, di tengah musim gugur yang perlahan tiba, terdapat hal-hal yang kelak hanya dapat Ivy simpan di dalam benak. *** 15+ Unspoken Things, Belle In June. Copyright © 2026 by Belle. All right reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines