KITA TERJEBAK TAPI MENOLAK BEBAS

KITA TERJEBAK TAPI MENOLAK BEBAS

  • WpView
    Reads 527
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 26, 2025
Ciwa tahu Garma menyakitinya-secara sikap, secara emosional. Tapi ia juga tahu hanya Garma yang pernah begitu hadir dan 'mengerti' dirinya. Begitu juga Garma: ia tahu ia bersikap kasar atau posesif, tapi dalam pikirannya, hanya dia yang bisa menjaga Ciwa. Jadi mereka saling terikat dalam cinta yang intens tapi juga memenjarakan. "Kamu cuma punya aku, Ciwa. Dan itu cukup." Begitu kata Garma Atmaif-sosok yang mencintai dengan caranya sendiri: tajam, mendalam, dan kadang menyakitkan. Baginya, Ciwa Restana adalah segalanya. Ia ingin menjaga, tapi seringkali tak sadar bahwa caranya justru melukai. Bagi Ciwa, Garma adalah tempat ia kembali, dan sekaligus tempat ia hilang arah. Awalnya hanya pelukan, ciuman sesaat, kalimat-kalimat penuh janji. Tapi perlahan, cinta itu berubah bentuk, menjadi ketergantungan, menjadi penjara yang dipoles dengan perhatian. Mereka saling mencintai. Tapi juga saling menyiksa. Kita terjebak tapi menolak bebas, karena lebih menakutkan hidup tanpa satu sama lain, daripada terus saling menyakiti. Ciwa tahu, ia butuh Garma. Tapi ia juga tahu, Garma adalah luka yang tak kunjung sembuh. Jangan plagiat. Warning!! 18+ dan kekerasan Jangan lupa memberi komenan dan vote ya! Terimakasih banyak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines