We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Belle

Belle

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 26, 20256m
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsrelate
Belle pernah percaya: jika menjadi orang baik, maka semesta akan memihak. Bahwa seperti dongeng, kebaikan selalu diberi akhir yang indah. Tapi hidup tak selalu mengikuti alur cerita yang manis. Ia tumbuh di antara pertengkaran orang tua, utang yang menyesakkan, dan harapan yang perlahan memudar. Sampai akhirnya, di usia tujuh belas, Belle pergi membawa hanya dua pasang baju, secarik kertas, dan sisa-sisa keyakinan yang belum hancur sepenuhnya. Bertahun-tahun berlalu. Dan ketika ia kembali sebagai seorang ibu, Belle menemukan surat kecil dari masa lalu: sebuah pesan dari ibunya tentang dongeng, tentang hidup, dan tentang harapan yang tak pernah benar-benar mati. > Karena dalam setiap cerita, selalu ada bagian yang tidak indah. Tapi justru di situlah, makna paling sejatinya tinggal.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR TERINDAH
  • GINA
  • AFTER MIDNIGHT [DISCONTINUE]
  • Tania
  • surat dari praha
  • Bestfriend In Love
  • senyuman Terakhir [ C ]
  • Shinjitsu No Koi
  • Pelangi Setelah Hujan

Under Tengku Series 𝐈𝐈 SPIN-OFF DIA BIDADARIKU π“π„ππ†πŠπ” ππ€π˜π‘π€π„π‹ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐍 - Hampir lima tahun menetap di Australia disebabkan pengajiannya di peringkat PhD, baru hari pertama menjejakkan kaki ke negara asalnya, dia sudah ditimpa kemalangan yang tanpa diminta terjadi. "Mata bukan main cantik, tapi sayang letak kat kepala lutut. Aku yang besar gedabak ni tak nampak?" Hambur lelaki itu kasar. ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀 - Seorang gadis berkacukan Itali itu sememangnya menjadi sasaran utama buat para lelaki yang menginginkan teman wanita kerana rupa parasnya. Lelaki umpama kacang ditangannya sehingga takdir mempertemukan dia dengan seorang jejaka bermata hazel yang sukar untuk didekati. "Heyy! Awak yang jalan tak tengok belakang depan! Lain kali kalau dah tahu diri tu mengalahkan gajah, tengoklah kanan kiri!" ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀. Pertemuan mereka singkat, tetapi memori itu yang berharga, apa yang berlaku harini takkan mungkin sama dengan hari esok. Dan disebabkan itu mereka berdua menikmati waktu yang ada untuk bergaduh dan mencipta memori indah. Untuk menghalalkan mudah, tetapi untuk mengecapi bahagia itu sukar tatkala si ibu tiri mula mengambil bahagian dalam kisah mereka. Bahagia yang dulunya mereka rasai perlahan - lahan ditarik sedikit demi sedikit tanpa sempat mereka mengucapkan selamat tinggal. "Kalau itu yang Dea nak abang tak kisah, tapi jangan datang semula pada abang." π“π„ππ†πŠπ” ππ€π˜π‘π€π„π‹ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐍. Mampukah mereka mengenal erti bahagia itu sekali lagi? Atau bahagia yang mereka kecapi itu hanyalah sementara? "Bahagia bukan tentang bersama, tetapi tentang rasa. Kalau bersama tapi tak bahagia tiada guna juga." ππ”π“π„π‘πˆ 𝐀𝐑𝐃𝐄𝐀𝐍𝐍𝐀.

More details
WpActionLinkContent Guidelines