Miko Widyatama Ardana, seorang remaja laki-laki dengan sindrom Klinefelter, dibesarkan oleh ibunya, Lia-seorang mantan PSK-di pinggiran Bogor. Sejak kecil, Miko hidup di antara trauma, diskriminasi, dan rasa asing terhadap tubuhnya sendiri. Ketika ibunya meninggal saat ia SMP, hidup Miko runtuh. Namun segalanya berubah ketika ayah kandungnya, Marindra, seorang pengusaha sukses, tiba-tiba datang dan mengajaknya tinggal bersama.
Di bawah pengawasan ayahnya, Miko perlahan menjalani terapi hormon, menemukan kenyamanan dalam ekspresi feminimnya, dan mulai membangun identitas barunya sebagai dirinya sendiri. Saat masuk SMA Garuda Nusa, sebuah sekolah elit di Bogor, Miko tampil sebagai siswa kelas 10 yang unik-anggun, cerdas, dan karismatik. Di sana, ia bertemu Eza Arvenio, cowok populer yang awalnya hanya penasaran... hingga hatinya sendiri mulai berubah.
Di tengah dunia OSIS, persiapan festival seni berskala provinsi hingga expo nasional, Miko dan Eza menemukan diri mereka saling jatuh cinta. Namun tekanan sosial, rencana masa depan, dan perbedaan arah hidup mulai menguji hubungan mereka.
Prolog
"Gila, sadis banget si Xavier."
"Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar."
Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi.
Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah.
"Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat."
Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur.
"Udah ah, mending gue tidur aja. Capek."
Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa.
Saat membuka mata, semuanya berubah.
Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin.
Seseorang menggenggam tangannya.
"Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru.
Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung.
"Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena."
Wajah wanita itu langsung pucat.
"Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..."
Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan.
Luna?
Aluna... Atmajaya?
"Nggak... ini nggak mungkin."
Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya.
"Luna, gue yakin ini ulah Xavier!"
"Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik.
Zena hanya bisa diam. Matanya kosong.
"Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine."
"Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ."
Tapi cerita tak berhenti di sana.
Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir.
Dan siapa sangka...
Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi...
Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.