Bitter Amoxicillin (On Going)

Bitter Amoxicillin (On Going)

  • WpView
    MGA BUMASA 138
  • WpVote
    Mga Boto 7
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, May 25, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Friends to Lovers
Highschool
Cetuk! Satu kerikil kecil mengenai ransel berwarna taupe miliknya. Langkahnya terhenti sejenak untuk membalikkan badan, mencari tahu siapa manusia jahil yang melemparkannya padanya. Jalan nampak lengang, tak ada seorang pun yang berdiri diseberang sana. Namun, insting gadis itu mengatakan bahwa ada seseorang yang membuntutinya dari belakang. "Yud? aku ngerti iku koen. Metu'o!" Yuda menampakkan kepalanya dari balik pohon besar peneduh jalan itu, menyeringai sambil mengacungkan dua jari-jarinya. Gadis itu membalikkan badan ke depan dan melanjutkan langkahnya. Yuda menyusul langkah gadis itu dengan raut penasaran lalu berdiri di sampingnya, mengamati raut wajahnya yang murung. "Cek lemes'e koen, Len...?" Gadis itu sengaja tak meresponnya sama sekali. Energinya terkuras habis sejak melihat pemandangan di lapangan basket beberapa jam yang lalu. "Hey, Len...?" kedua tangan Yuda menarik dan mengguncangkan pundak Alena hingga membuat tubuhnya terguncang. "Kon apo'o seh?" tanyanya. Alena menepis lengannya, melanjutkan langkahnya lunglai. Yuda menghembuskan napas berat dan tetap berusaha mengikuti langkah kakinya. "Gak beres arek iki. Wis ayok melok aku" Yuda menarik salah satu ujung shoulder strap Alena. "Hm?" *** "Lungguh'o kene" Dengan ransel yang masih menempel di bahunya, Alena menatap ponselnya lekat-lekat. Sudah tak terhitung berapa lama ia memandangi foto-foto dua manusia itu. "Nyoh, ngombe sek. Ya'opo engkok lek koen semaput? Sopo atene nggendong awakmu?" Alena mengerlingkan lirikan sinis dari ujungan matanya, lalu meraih botol dari tangan Yuda dan meneguknya. Yuda mengamati Alena yang enggan mengalihkan pandangannya dari layar portrait itu. Ia pun mendekat, berdiri di samping Alena, mengintip 'sesuatu' yang membuat leher sahabatnya itu tak berkutik. "Yoalah... alah... golek penyakit..." "Gwennndheng, cik!" ...
All Rights Reserved
#34
backburner
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • Nakula

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman