Relung Rasa

Relung Rasa

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 6, 2025
Aku hanya ingin menulismu sekali lagi, pada setiap diksi kata, tanpa jeda, tak terjebak antara titik koma dalam sunyi yang tak pernah selesai ku tafsir serta alur yang aku ingin tanpa akhir. Setiap huruf adalah detak dan setiap kalimat adalah denyut, menyakitkan namun menghidupkan. Kamu abadi di sini, pada setiap bait aksara dan rapalan doa yang hening namun tersirat meminta dengan suara paling keras terbungkus semu namun tak pernah ada ragu. Dan di relung rasa yang tak bernama, aku menemukanmu berkali-kali-bukan sebagai sosok yang nyata, melainkan sebagai rasa yang enggan pergi yang paling sunyi, aku menyembunyikan mu seperti rahasia yang hanya dimengerti oleh detak jantung dan lirihnya nafas saat malam tak lagi bersuara. Di sanalah kamu tinggal dalam ruang antara pasrah dan harap, dalam lirih yang hanya dipahami langit, dan dalam diam yang tak pernah hampa. Bukan sebagai kenangan, tapi sebagai denyut yang tak pernah usai, sebagai nama yang terus kulafalkan meski tak terdengar oleh dunia dan menjadi diam yang paling jujur
All Rights Reserved
#23
relung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines