Aginna
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 31, 2025
WpInfo
Fanfic
Miraculous Ladybug
Bagi Aginna Aurel Fusia, cinta adalah hal yang rapuh-seperti kaca yang siap pecah kapan saja. Tapi dalam diri Michael, pria cerdas dengan senyum hangat dan pelukan yang menenangkan, Aginna mulai percaya bahwa mungkin... cinta bisa menjadi tempat pulang. Pertemuan mereka seperti kisah dalam simfoni; lembut, anggun, penuh harapan. Michael membuat Aginna merasa aman, tak lagi sendirian, tak lagi terjebak dalam bayangan sang ayah yang dingin dan Ibu yang hanya hidup dalam kenangan. Namun seiring waktu, nada-nada cinta itu mulai berubah. Michael, yang dulu hadir dengan ketulusan, perlahan menjadi sosok asing yang tak bisa Aginna kenali. Kata-kata yang dulu menenangkan kini berubah jadi ketus dan tajam. Tatapan lembut berubah jadi dingin. Dan Aginna, sekali lagi, merasa kehilangan arah. Di tengah hujan, luka, dan keheningan yang menusuk, Aginna dihadapkan pada pilihan: bertahan untuk cinta yang ia yakini... atau pergi demi menyelamatkan dirinya sendiri. Ini adalah kisah tentang cinta yang tak sempurna, luka yang belum sembuh, dan keberanian untuk bertanya: apakah cinta masih layak diperjuangkan ketika yang kau cintai adalah orang yang membuatmu hancur?
All Rights Reserved
#27
ballerina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines