Langit yang Aku Lewati

Langit yang Aku Lewati

  • WpView
    Reads 273
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Feb 19, 2026
Buku ini bukan tentang awan yang indah atau senyum ramah di kabin pesawat. Ini tentang langit yang pernah kupandangi dengan dada sesak. Tentang rute yang tak selalu mulus, turbulensi yang tak selalu terlihat, dan pendaratan darurat yang tak ada di buku panduan. "Langit yang Aku Lewati" adalah memoar seorang manusia biasa yang hidupnya terlihat tenang di permukaan, tapi bergejolak di dalam. Tentang rasa kehilangan, tekanan pekerjaan, diagnosa mental yang mengejutkan, dan utang yang tak hanya menyentuh angka... tapi juga harga diri. Lewat halaman demi halaman, aku tak ingin mengajarkan apa pun. Aku hanya ingin jujur. Dan mungkin, kejujuran itu akan sampai pada kamu-yang mungkin juga sedang belajar bertahan. Jika kamu sedang jatuh, buku ini bukan pelampung. Tapi semoga bisa menjadi teman duduk saat dunia terasa berat. Karena aku percaya, langit yang gelap sekalipun... masih bisa dilewati. - J - @mustofamowza
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laskar
  • the protective myhusband
  • Mas Masinis
  • One Shot 21+
  • A MASTERPIECE OF TRAGEDY ✓
  • Transmigrasi Gio
  • Saat Rumah Kembali Utuh
  • crazy family
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Teman Kecilku
Laskar

Sebuah kejadian tak terduga mempertemukan Levi dan Aralie dengan tiga anak misterius yang mengaku sebagai anak mereka: Rachel, Mikhail, dan Intan. Kehadiran ketiganya membawa banyak pertanyaan yang sulit dijelaskan, mulai dari kedekatan mereka dengan Levi dan Aralie, kebiasaan-kebiasaan yang terasa begitu akrab, hingga sikap mereka yang menyimpan kesedihan di balik senyum polosnya. "Ternyata seseorang bisa begitu berarti, bahkan sebelum aku sempat menyadari kalau aku membutuhkannya." - Aralie Abigail Maheswara - "Aku tidak pernah menyesali memilih kalian. Yang aku sesali hanya tidak pernah cukup berani menunjukkan betapa aku mencintai kalian." - Michael Levian Laskar -

More details
WpActionLinkContent Guidelines