We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hujan Jatuh tanpa Suara

Hujan Jatuh tanpa Suara

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
ANAK SEKOLAH SINI MERAPAT! [PERINGATAN! Novel ini ditulis berdasarkan pengalaman masa sekolah, jadi maaf ya kalau bahasanya agak kekanak-kanakan, karena memang bawaannya masa remaja yang baru jatuh cinta] *** Seperti hujan yang jatuh tanpa suara, begitu juga dengan perasaan. Jatuh beruntun tanpa berisik meminta balasan. *** Hai, namaku Alara. Alara berasal dari bahasa Turki dan Armenia yang berarti peri air. Seperti namaku, aku sangat suka dengan air. Sungai, Danau, Laut, apalagi Hujan. Aku suka semuanya. Satu-satunya yang tidak kusuka adalah air comberan. Karena bau! Dan kotor! Jika menemukan ini, aku banyak berharap kalian berhenti sejenak membaca kisahku. Karena ini kisah cinta pertamaku. Tidak seperti Dilan Milea kok, tapi kegemesannya boleh dicoba. Hehehe. Happy reading!
All Rights Reserved
#130
gemes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines