“Rumah di Dalam Diriku”
> Tidak semua rumah mampu memberi rasa aman.
Tidak semua keluarga mampu memberi hangat.
Namaku Alesha Avina Widiantara.
Aku pernah percaya bahwa keluargaku sempurna—ada ayah yang selalu pulang membawa senyum, ibu yang memasak makanan favoritku, dan adik kecil yang menempel seolah tak ingin lepas.
Tapi semua berubah saat suara pertengkaran menggantikan tawa, dan keheningan mulai menjadi hal biasa di meja makan.
Malam-malamku penuh dengan isak pelan. Siang hariku dipenuhi senyum palsu.
Ayah dan ibu tidak lagi saling bicara, kecuali untuk saling menyalahkan.
Aku? Hanya anak yang terjebak di antara dua hati yang memilih berpisah.
Saat mereka memutuskan untuk berpisah rumah, aku pun kehilangan arah.
Tidak tahu harus ikut siapa, tidak tahu harus tinggal di mana.
Yang paling menyakitkan—aku juga kehilangan sebagian dari diriku sendiri.
Namun, di tengah semua retakan itu… aku belajar.
Bahwa rumah bukan hanya soal bangunan atau keluarga yang utuh.
Tapi tentang hati yang bisa tenang. Tentang diriku sendiri yang belajar menerima.
Kisah ini bukan tentang mencari siapa yang salah.
Tapi tentang bagaimana seorang anak bertahan saat dunianya runtuh.
Tentang proses berdamai, meski luka masih membekas.
“Rumah di Dalam Diriku” adalah perjalanan seorang remaja menghadapi kenyataan pahit, dan membangun rumah baru—dari kekuatan, penerimaan, dan harapan.
Karena saat tak ada tempat untuk pulang, aku ingin menjadi rumah… untuk diriku sendiri.
___
Catatan Kecil dari author:
Cerita ini kutulis sendiri, dari awal hingga akhir.
Tanpa bantuan orang lain, hanya dari pikiran, hati, dan ingatan tentang masa-masa yang pernah aku lalui atau bayangkan.
> Setiap bagian, setiap tokoh, setiap dialog—lahir dari hatiku.
Bukan karena aku ingin sempurna, tapi karena aku ingin jujur pada ceritaku sendiri.
> Terima kasih karena telah membaca, dan menghargai karya ini.
Dari seorang penulis muda,
yang menulis bukan untuk terkenal, tapi karena cinta.
— Putri Raniah Hafisa
All Rights Reserved