We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lux Gloriae (Cahaya Kejayaan)

Lux Gloriae (Cahaya Kejayaan)

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 27, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Imperial Filia Evangelina Amarantine, seorang putri dari garis keturunan kerajaan Elarion yang kelahirannya dikaitkan dengan kutukan kegelapan. Selama ratusan tahun, setiap keturunan perempuan kerajaan akan dieksekusi pada usia tujuh belas tahun. Hal ini karena ada sebuah ramalan yang mengatakan bahwa anak perempuan tersebut dapat membangkitkan kekuatan kegelapan dan menyebabkan malapetaka bagi seluruh negeri. Berbeda dengan para leluhurnya, Raja Helladrus memilih untuk tidak mengeksekusi Amarantine. Menjelang ajalnya ia berkata pada putrinya "Semakin aku tua, semakin aku menyadari kebodohan tradisi kita. Ramalan, takhayul... semua itu telah menghancurkanmu, anakku. Kegelapan... bukanlah sesuatu yang lahir bersama manusia. Kegelapan datang karena diundang, oleh kebencian. Kelahiranmu adalah sesuatu yang suci". Namun, tanpa disadari, fanatisme rakyatnya terhadap ramalan telah mengubah bunga suci menjadi bunga yang beracun. Di balik kelembutan dan keanggunan sang Imperial Filia, terdapat ambisi gelap untuk menghancurkan Elarion. "Aku selalu membayangkan betapa indahnya musim semi dengan bunga-bunga yang bermekaran. Namun mereka tidak pernah membiarkanku menikmatinya barang sehari, suatu saat aku akan menghancurkan bunga-bunga itu!".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • MORGAN
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • Perfect Antagonist (end)

Lunaria dalam bahasa bunga memiliki arti kejujuran, ketulusan, dan juga kemakmuran. Seperti arti namanya, ia menjalani hidupnya penuh ketulusan hingga akhirnya bisa hidup dalam keadaan damai dan tenang. Meski orang-orang yang melihatnya mungkin menganggap kehidupan Luna membosankan dengan aktivitas berulang, tapi Luna menganggapnya sebaliknya. Saking damainya hidupnya sekarang, Luna tak berniat untuk menikah atau memiliki keturunan. Ia ingin hidup sendirian dalam waktu yang lama. Kesendirian adalah temannya. Setiap pulang bekerja ia akan bersenang-senang dengan teman-temannya atau langsung istirahat dan di hari minggu ia akan quality time dengan dirinya sendiri sembari membaca Novel atau menonton film. Yah, hidup Luna sangat damai hingga suatu malam dengan sekejap hidupnya berubah 180 derajat. Ia tiba-tiba memiliki suami dan seorang putra berusia sembilan tahun. Luna berusaha mencerna semuanya hingga ia sadar, ia terjebak didalam sebuah novel yang pernah ia baca beberapa minggu yang lalu. Ia terjebak menjadi salah satu tokoh yang memiliki nama yang sama dengannya, Lunaria. Salah satu tokoh sampingan antagonis yang mati di cerita karena dibunuh anak kandungnya sendiri. Luna berusaha untuk mencegah kematiannya dengan merubah alur Novel. Namun karena hubungan keluarga tokoh Novel yang amat sangat buruk dan tak sesuai idealisnya, ia akhirnya memilih cara lain, jika ia tidak bisa kembali ke kehidupannya yang semula ia akan kabur dari kediaman ini. Tapi semuanya sia-sia dan tidak sesuai rencana. "Jangan buat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini." ancam suaminya dingin. Luna takut. Apa psikopat gila itu akan benar-benar membuatnya lumpuh? "Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar. Sudah cukup. Ia tidak bisa bertahan lagi menghadapi kegilaan pasangan ayah dan anak itu! S: 19-12-2023 P: 27/01/24

More details
WpActionLinkContent Guidelines