Bagi Bella, hidup adalah panggung sandiwara, dan dia adalah sutradaranya. Misinya cuma satu: Menjadikan Gavin, kapten basket yang lebih sering terlihat memegang rengginang daripada mawar, sebagai pahlawan dalam draf novel romantisnya. Namun, Gavin Sastrowardoyo adalah anomali. Dia merusak semua skenario Bella dengan kejujuran yang menyakitkan. Di antara tragedi seblak yang bikin bibir jontor, aksi penyamaran jadi ninja yang gagal total, hingga misteri amplop cokelat di gang sempit, Bella harus memilih: Tetap tinggal di dalam draf novelnya yang sempurna, atau keluar menghadapi kenyataan bahwa jatuh cinta yang sebenarnya itu tidak ada naskahnya, berisik, dan kadang... bau kencur.
More details