18 BEFORE 18 | On Going

18 BEFORE 18 | On Going

  • WpView
    Reads 3,421
  • WpVote
    Votes 1,929
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2026
Syakira sudah memutuskan akan mengakhiri hidupnya tepat di hari ulangtahunnya. Terlalu banyak luka yang tak bisa disembuhkan, terlalu banyak suara yang tak didengar. Diam-diam, ia menulis daftar berisi 18 hal yang akan ia lakukan sebelum usia 18. Bukan untuk hidup yang lebih baik, tapi untuk menutup hidupnya dengan tenang. Sayangnya, semua yang Syakira sembunyikan terbongkar oleh Mahesa-siswa pendiam. Alih-alih menghentikan atau menasihati, Mahesa dengan tubuh rapuhnya, justru menantangnya. "Gue sendiri yang bakal pastiin kalo lo bakal ngewujudin itu semua, setelah itu baru lo boleh mati!" Tantangan itu membawa mereka pada perjalanan yang tak pernah mereka duga. Setelah banyak yang mereka lewati, mereka saling menyadari: luka, kehilangan, penyesalan, hingga harapan-harapan kecil yang tak pernah mereka akui. Juga cinta yang ikut tumbuh di tengah-tengah dua jiwa yang sama-sama hancur. Namun waktu terus berputar, dan ulang tahun Syakira sudah dekat. Apakah Mahesa dapat membuat Syakira mengurungkan niatnya? Atau Syakira pergi selamanya? Ini bukan tentang siapa yang menyelamatkan siapa, tapi siapa yang memilih untuk bertahan.
All Rights Reserved
#397
ptsd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines