We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kebaya Merah dari Tanah Baud

Kebaya Merah dari Tanah Baud

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 27, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
Di persimpangan waktu antara masa kolonial dan dunia modern, sebuah kisah pilu mengendap dalam diam di tanah perkebunan karet bekas milik Baron Baud. Tahun 1897, seorang mandor perkebunan bernama Sura, diliputi rasa cemburu dan ambisi, menghabisi istrinya yang muda dan cantik, Nyi Malati. Ia menuduhnya berselingkuh tanpa bukti, membunuhnya dalam amukan dan membuang jasadnya di danau sunyi di balik kebun karet. Kejahatan itu terkubur oleh waktu, tak pernah diketahui sang tuan tanah maupun dunia luar. Puluhan tahun kemudian, di atas tanah yang sama-yang kini menjadi kampus Universitas Merah Putih-arwah Nyi Malati mencoba bicara. Ia muncul sebagai sosok misterius berkebaya merah, membayangi lorong-lorong gedung administrasi pusat. Saat seorang pegawai kampus mengalami serangkaian kejadian supranatural, masa lalu kelam itu perlahan terbuka kembali. Bisikan, nyanyian kawih lirih, daun-daun karet yang memandu, hingga penemuan tengkorak dan tusuk konde perak yang menghubungkan masa kini dengan tragedi silam. Melalui narasi yang menegangkan dan melankolis, cerita ini menyingkap bagaimana sejarah kelam yang dikubur tak pernah benar-benar hilang. Ia hanya menunggu untuk ditemukan... dan dituntaskan.
All Rights Reserved
#22
kisahmisteri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Daddy's Little Babby
  • Transmigration into the Big Boss's Obsession
  • Hilang
  • Penunggu Kamar Mandi
  • Tumbas Janji Lawas
  • Garwo
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • PERSUGIHAN
  • PALASIK MAYIK (PALASIK MAYAT)
  • Raden Giri

Lyon Alfarizky, laki laki minim teman dan suka ngereog itu mati hanya karena mengomentari novel yang ia baca kemudian bertransmigasi ke dalam novel tersebut. "Anjir lah novel sampah, klise banget suer!" "Tuhan pengen sugar daddy! " "Gua ga paduli dah mau klise apa kagak, yang penting tolong keluarkan gua dari sini! " . . . . . . "Om, butuh anak ga guna gak? "

More details
WpActionLinkContent Guidelines