He, same name

He, same name

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Aluna Aylen, singkatnya adalah Aylen, gadis periang yang kini menginjak tahun terakhir di bangku SMA. Masa-masa yang katanya paling indah, penuh tawa bersama, kenangan yang direkam diam-diam dalam benak, dan air mata yang jatuh diam-diam di sudut malam. Semua perlahan mengajarkan bahwa tak ada pertemuan yang abadi, semuanya akan ada dimana kita harus mengakhiri kisah ini, entah cepat atau lambat. Hari-hari berlalu begitu cepat, dalam perjalanan yang tak pernah ia rencanakan, sebuah pertemuan tanpa aba-aba datang seperti muara yang tidak ada dalam peta. Ravean Algheo Alistair, cowok berwajah teduh itu masuk ke hidup Aylen diam-diam, dan pergi meninggalkan luka yang tak sempat diberi peringatan. Di detik-detik menjelang kelulusan, Aylen menyadari bahwa perasaan itu tidak tumbuh untuk dimiliki, hanya untuk diuji. Kini, yang ia harapkan bukan cinta yang kembali, tapi jarak yang cukup jauh agar mereka tak saling temu lagi, di ketidaksengajaan mana pun. Karena baginya, luka itu tak akan pernah sembuh jika bukan dia sebagai penawarnya. Click add to your library yuk!! barangkali sukaa🧸🤍🌙
All Rights Reserved
#83
kisahdisekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines