He, same name

He, same name

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 28, 2025
Aluna Aylen, singkatnya adalah Aylen, gadis periang yang kini menginjak tahun terakhir di bangku SMA. Masa-masa yang katanya paling indah, penuh tawa bersama, kenangan yang direkam diam-diam dalam benak, dan air mata yang jatuh diam-diam di sudut malam. Semua perlahan mengajarkan bahwa tak ada pertemuan yang abadi, semuanya akan ada dimana kita harus mengakhiri kisah ini, entah cepat atau lambat. Hari-hari berlalu begitu cepat, terlalu cepat. Dalam perjalanan yang tak pernah ia rencanakan, sebuah pertemuan tanpa aba-aba datang seperti muara yang tidak ada dalam peta. Ravean Algheo Barakha, cowok berwajah teduh itu masuk ke hidup Aylen diam-diam, dan pergi meninggalkan luka yang tak sempat diberi peringatan. Di detik-detik menjelang kelulusan, Aylen menyadari bahwa perasaan itu tidak tumbuh untuk dimiliki, hanya untuk diuji. Kini, yang ia harapkan bukan cinta yang kembali, tapi jarak yang cukup jauh agar mereka tak saling temu lagi, di ketidaksengajaan mana pun. Karena baginya, luka itu tak akan pernah sembuh jika bukan dia sebagai penawarnya. Click add to your library yuk!! barangkali sukaa🧸🤍🌙
All Rights Reserved
#19
kisahdisekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines