Aluna Aylen, singkatnya adalah Aylen, gadis periang yang kini menginjak tahun terakhir di bangku SMA. Masa-masa yang katanya paling indah, penuh tawa bersama, kenangan yang direkam diam-diam dalam benak, dan air mata yang jatuh diam-diam di sudut malam. Semua perlahan mengajarkan bahwa tak ada pertemuan yang abadi, semuanya akan ada dimana kita harus mengakhiri kisah ini, entah cepat atau lambat. Hari-hari berlalu begitu cepat, terlalu cepat. Dalam perjalanan yang tak pernah ia rencanakan, sebuah pertemuan tanpa aba-aba datang seperti muara yang tidak ada dalam peta.
Ravean Algheo Barakha, cowok berwajah teduh itu masuk ke hidup Aylen diam-diam, dan pergi meninggalkan luka yang tak sempat diberi peringatan. Di detik-detik menjelang kelulusan, Aylen menyadari bahwa perasaan itu tidak tumbuh untuk dimiliki, hanya untuk diuji. Kini, yang ia harapkan bukan cinta yang kembali, tapi jarak yang cukup jauh agar mereka tak saling temu lagi, di ketidaksengajaan mana pun. Karena baginya, luka itu tak akan pernah sembuh jika bukan dia sebagai penawarnya.
Click add to your library yuk!! barangkali sukaa🧸🤍🌙
Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya.
Namun, malam itu mengubah segalanya.
Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan.
Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah.
"Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis.
"Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh.
Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.