Aku Pernah Milik Kael

Aku Pernah Milik Kael

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku pernah milik Kael. Tapi bukan Kael yang kamu kenal." Evelyn Elvanna tahu rasanya dihancurkan oleh cinta. Dikhianati oleh Rayan, dipermainkan saat ia paling tulus, dan ditinggalkan saat ia paling butuh pegangan. Ia bersumpah tak akan jatuh lagi. Hingga Kaelric Drevan muncul. Lelaki dengan mata abu-abu dan suara yang terdengar seperti bisikan rahasia. Lelaki yang tahu terlalu banyak tentang luka-luka Evelyn-termasuk yang belum pernah ia ceritakan pada siapa pun. Saat Evelyn diajak menyusun balas dendam, ia tak tahu mana yang lebih berbahaya: lelaki yang pernah menghancurkannya... atau lelaki yang kini ia mulai percayai. Tapi cinta, seperti luka, tak pernah datang sendirian. Dan semakin dalam ia menyelami Kael, semakin jelas: "Aku mencintainya, bahkan saat dia merencanakan kehancuranku." Jangan bilang kamu kuat sebelum kenal Kael. Jangan bilang kamu paham cinta sebelum tahu bagaimana Evelyn dihancurkan dengan cara yang paling indah. Baca sekarang, sebelum semuanya jadi terlambat. Karena cinta yang salah bisa jadi senjata paling mematikan.
All Rights Reserved
#174
teendrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines