Ciuman Pertama di Ruang UKM

Ciuman Pertama di Ruang UKM

  • WpView
    Reads 19,864
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jun 27, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Naya, mahasiswi tingkat dua jurusan Sastra, dikenal kalem dan rajin. Sementara Arga, mahasiswa baru yang baru gabung UKM Fotografi, selalu kikuk dan pemalu. Takdir mempertemukan mereka di ruang UKM kampus yang sering sepi. Awalnya hanya obrolan soal tugas, tapi perlahan-lahan, rasa penasaran tumbuh jadi sesuatu yang lebih panas... dan liar. Mereka berdua lugu-tapi rasa ingin tahu mereka tak bisa dibendung. Sampai akhirnya, ruang UKM jadi saksi dari semua eksplorasi pertama mereka. 📍Genre: Romance, Campus Life, Drama Dewasa 📍Rating: 21+ 📍Setting: Kampus, ruang UKM fotografi 📍Bahasa: Indonesia 📍Style: Sensual, naratif, emosional
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Unwritten Lady
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Hanya Ingin Menjalani Hidup Santai dan Menunggu Kematian,
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • Rumah Untuk Sang Tiran

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines