MOMENTS [One Shot - Two shot]

MOMENTS [One Shot - Two shot]

  • WpView
    Membaca 52,685
  • WpVote
    Vote 3,715
  • WpPart
    Bab 55
WpMetadataReadLengkap Sel, Jul 22, 2025
WpInfo
Fiksi Penggemar
Blackpink
MOMENTS adalah kumpulan one-shot dan two-shot Rose x Boys, berisi potongan kisah cinta yang manis, pahit, rumit, dan kadang absurd dari berbagai genre menarik! FOLLOW SEBELUM MEMBACA! Rank: - #1 in gyurosé 02/07/25 - #1 in twoshot 03/07/25 - #1 in hoonrosé 03/07/25 - #1 in hunrose 04/07/25 - #1 in roseblackpink 06/07/25 - #1 in moments 14/07/25 - #1 in sugarose 21/0725 Star : Juni 2025
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#109
eunrosé
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Love me or die
  • PREGNANT (DewTee)
  • Forgive Me | FreenBecky [END]
  • Journey
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • PAMENGKU | NOMIN
  • Something... Emm🔞 (KNP)
  • Obsession Overdose
  • Rewriting The Villain (END)
  • I'm Not Just a Figuran

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan