Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Cari Tahu Dulu, Baru Tenang

Cari Tahu Dulu, Baru Tenang

  • WpView
    Membaca 239
  • WpVote
    Vote 82
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadLengkap Min, Jul 6, 2025
WpInfo
Non-fiksi
Apa yang biasanya kamu lakukan saat dosen tiba-tiba ngasih tugas bikin esai 2000 kata dan harus dikumpulkan lusa? Atau saat kamu lagi panik cari informasi tentang magang, KKN, bahkan topik skripsi... tapi informasi dari grup WA malah isinya stiker, balesan "sama" doang, atau malah makin bikin bingung? Tenang, kamu ngga sendiri. Semua mahasiswa di titik tertentu, pasti pernah dan sedang mengalami fase jadi pencari informasi. Yang kepalanya penuh rasa tanda tanya, tapi sumber informasi di sekitar kayaknya ngga bisa diandalkan. Tapi tahukah kamu? Sebenarnya, setiap dari kita punya pola alami saat mencari informasi. Dan menariknya, pola itu bisa dijelaskan lewat teori-teori ilmiah yang diam-diam... dekat banget sama kehidupan kita sebagai mahasiswa. Di sini, kamu akan diajak mengenal lebih dekat: 1. Apa itu kebutuhan informasi? Dan kenapa hal itu penting banget dalam hidup kita? 2. Bagaimana cara kerja pikiran saat kita lagi sibuk nyari jawaban, data atau kepastian? 3. Dan bagaimana model dari para ahli seperti David Ellis, Wilson, Eisenberg & Berkowitz bisa menjelaskan kebiasaan bahkan kepanikan kita sebagai manusia yang haus informasi? Cerita ini cocok dibaca saat kamu lagi cari motivasi, lagi overthinking soal tugas, atau sekadar ingin merasa lega karena sadar: "Oh, ternyata aku ngga sendiri." Karena pada akhirnya... Dengan cari tahu dulu, baru kita bisa benar-benar tenang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#8
perilaku
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Auto Save! [END]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ELION (bl)
  • Trouble Maker[END]
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • After the Fall
  • The Pinky Boy
  • PROYEK SATU TAHUN
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Target Si Supir [END]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan